Tampilkan postingan dengan label Review Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review Buku. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Juli 2013

Review Buku -- Tell it To Naomi - Ceritakan Pada Naomi by Daniel Ehrenhaft


Dave Rosen, cowok berdarah Yahudi 15 tahun merasa dirinya pecundang besar. Seumur hidupnya ia hanya memiliki seorang teman bernama Cheese, tetangga apartemennya yang kemudian berubah menjadi sosok yang tak dikenalnya. Ia memiliki kakak perempuan cantik dan modern bernama Naomi. Dave tinggal berempat bersama kakaknya, ibunya, serta saudara kembar ibunya, Bibi Ruth. Ia merasa keluarganya aneh dan eksentrik, ayahnya meninggal karena over dosis alkohol. Oleh karena itulah ia merasa minder dan berbeda dari cowok-cowok lainnya. namun ia merasa dunianya berubah semenjak naksir seniornya yang cantik, Celeste Fanucci. Sayangnya Celeste sudah punya pacar, sang jagoan sekolah. Hal ini membuat Dave semakin frustasi. Apalagi mantan pacar kakaknya, Joel Newbury, sekarang menjadi guru di sekolahnya. Namun semuanya berubah semenjak Dave beralih profesi menjadi pengasuh kolom tanya jawab "Ceritakan pada Naomi" di koran sekolahnya. Ia akhirnya mengetahui siswa-siswa di sekolahnya juga memiliki masalah, dari  mulai yang kecil hingga besar. Dari beberapa pengirim surat setia, Dave akhirnya jatuh cinta kepada gadis tak dikenal yang ia rasa memiliki kesamaan seperti dirinya. Yang jelas, mereka tidak tahu bahwa "Naomi" yang mereka cintai dan kirimi email setiap hari adalah Dave Rosen, si pecundang yang selama ini tak terlihat. Lalu bagaimana kelanjutannya? Siapakah gadis tak dikenal yang membuat Dave jatuh cinta itu?

Teenlit ini lucu sih, namun bahasanya agak berbelit-belit dan rumit untuk ukuran novel remaja, sehingga kalau tak dicerna lebih lanjut bisa-bisa enggak nyambung dengan gaya humor si pengarang yang sedikit sarkastik dan sinis. Tapi gak bisa dibilang jelek juga, lumayan, namun agak berat untuk sebuah teenlit. Kalau nggak dikuat-kuatin, mungkin kamu bakal bosan. Itu saja^^


Rabu, 17 Oktober 2012

Review Buku -- I Love My Boss by Alberthiene Endah

Karina Dewi seneng banget ketika akhirnya ia mendapatkan pekerjaan lagi setelah sekian lamanya menganggur. Ia menjadi sekretaris dari sebuah perusahaan event organizer terkemuka di pusat Jakarta. Banyak hal baru yang ia temui di kantor barunya ini, antara lain teman-teman kantor yang "sinting" dan juga...boss yang ganteng banget....tapi juga "sinting"!

Namanya Rene Natalegawa. Seorang laki-laki tampan, masih muda, charming, hangat dan pastinya...kaya. Satu poin plus lagi adalah, ia tengah diambang perceraian dengan istrinya yang super duper posesif dan bisa dibilang psikopat, Mariska. Tapi bukannya mencurigai Karina, Mariska malah menaruh kepercayaan kepadanya untuk memata-matai Rene, sang suami yang selalu salah dimatanya!

Keadaan sebenarnya tidak akan menjadi rumit, kalau saja Karina tidak jatuh cinta sama bossnya sendiri,  dan kok Rene juga seperti menunjukkan tanda-tanda tertarik padanya? Lalu gimana cara Karina mengatasi Mariska yang selalu menjadi hantu bagi Rene? Akankah Rene jadi bercerai dan menikahinya? Yang jelas, endingnya agak susah ditebak. Baca aja deh ya, ceritanya ringan, segar dan menarik. Khas Alberthiene Endah pokonya...


Review Buku -- Morning, Noon & Night by Sidney Sheldon

Satu lagi cerita misteri menggigit milik si pencerita andal Sidney Sheldon. Morning, Noon  & Night bercerita tentang seorang multi jutawan bernama Harry Stanford yang memiliki hidup sensasional namun misterius. Sosoknya yang keren dan gagah, ditambah lagi kekayaannya yang berlimpah ruah, menjadikan ia tetap digilai wanita meskipun usianya sudah tak muda lagi. Harry Stanford memiliki tiga orang anak yang tak pernah disukai dan menyukainya. Mereka adalah Tyler, seorang hakim keliling, Woodrow alias Woody, yang tampan namun seorang pemadat, dan Kendall, perancang busana yang sukses di Perancis. Suatu hari Harry Stanford mengalami kecelakaan di atas kapal pesiarnya yang mengakibatkan ia tewas tenggelam. Pengawal pribadinya, Dmitry Kaminsky merupakan saksi mata tunggal atas peristiwa tersebut. Sepeninggal Stanford, ketiga anaknya yang tak pernah berkumpul mulai mengurus warisan ayah mereka yang superkaya. Masing-masing sudah mengkhayalkan menjadi miliuner, namun ternyata muncul seorang wanita muda cantik yang mengaku sebagai Julia Stanford, anak Harry Stanford dari bekas pengasuh mereka. Apakah Julia benar-benar anak kandung Harry Stanford, atau hanya mengaku-aku? Lalu apakah benar kejadian yang menimpa Harry Stanford murni kecelakaan atau ada unsur kesengajaan? Lalu siapa sebenarnya yang memiliki niat jahat? Pengacara muda Steve Sloane mencoba menelusuri kasus ini. Well..baca sendiri aja ya, seru kok. Yang jelas penuh intrik dan semua itu terjadi hanya karena satu hal: sakit hati. Makanya hati-hati ya kalo berbicara atau bertindak :)

Selasa, 09 Oktober 2012

Review Buku -- Sejuta Warna Dunia Mia by Wendy Mass

Gimana ya rasanya kalo semua kata-kata ataupun suara yang kita dengar mengeluarkan warna? Misalnya spiral-spiral ungu yang keluar dari alarm jam, ataupun gumpalan asap berwarna oranye yang berasal dari nafas kucing, ataupun nama seseorang yang berwarna hijau cemerlang berkilauan dengan sedikit warna kuning? Itulah yang dialami oleh Mia Winchell, seorang gadis berusia 13 tahun yang divonis menderita Sinestesia.

Dalam keluarganya, Mia merasa dialah yang paling normal. Tidak seperti ayahnya yang selalu berada di atas atap rumah, ibunya yang maniak kebersihan, Beth, kakaknya yang gemar gonta ganti warna rambut  setiap Minggu, ataupun Zack, adiknya yang sangat percaya takhayul. Namun, sebenarnya Mia menyimpan suatu rahasia dalam dirinya, bahwa ia bisa melihat warna-warna dari suara, angka, serta huruf. Kelebihannya itu membuat ia merasa berbeda, dan ia memiliki kesulitan untuk belajar matematika karena hal itu. Tadinya ia tidak mau jujur dan terus menyimpan masalahnya sendirian, namun karena nilainya terus memburuk, maka ia memutuskan untuk bercerita kepada kedua orangtuanya. Mia juga memiliki seorang sahabat bernama Jenna, serta seekor kucing bernama Mango, yang ia yakini mewarisi jiwa kakeknya yang telah meninggal.

Cerita dalam buku ini sangat menarik, Wendy Mass sukses bikin pembacanya (baca: saya) berkhayal, sekaligus iri pada kelebihan (yang sering dianggap sebagai kekurangan) Mia. Kayaknya seru sekali bisa melihat warna-warna sedemikian banyaknya. Sejak lama saya memang tertarik pada hal-hal yang berkaitan dengan warna, sampai-sampai dulu ketika skripsi ingin membahas mengenai warna aura ataupun masalah buta warna (tapi akhirnya tidak jadi sih...)

Meskipun bisa dikatakan ini buku  anak-anak, namun ceritanya sama sekali tidak membosankan. Pembaca diajak berpetualang di dunia penuh warna Mia. Kenakalan dan kegalauan khas ABG Mia menjadi topik yang tak kalah serunya. Yang saya suka dari kisah ini adalah penggambaran keluarga Winchell (keluarga Mia) yang sangat realistis, bagaimana seorang ibu yang overprotektif melindungi anak-anaknya yang tengah beranjak remaja, ataupun figur seorang ayah yang kelihatannya cuek namun sangat sensitif dan care terhadap anak-anaknya, juga saudara-saudara yang menyebalkan namun ternyata sangat menyayangi satu sama lain. Selain itu, juga dikisahkan mengenai konflik dengan sahabat, serta cinta monyet Mia. Menurut saya, ini buku yang layak dikoleksi, apalagi oleh orang-orang yang menyukai dunia seni. Karena beneran deh, ceritanya bikin kita jadi imajinatif!

Jumat, 28 September 2012

Gift From Mr.Kim, Aida MA

Whew....Menarik juga kuis books giveaway kali ini...kita disuruh menebak seperti apakah kira-kira sosok seorang tokoh dalam novel tersebut...Dan meski saya belum pernah membaca novel Looking For Mr. Kim karangan Aida MA ini, namun saya mencoba mencari tahu dari resensi yang ada....(bisa baca beberapa disini)

Mr. Kim itu kan diceritakan seorang berkebangsaan Korea, so he must be berkulit terang dan bermata sipit. Perawakannya cukup tinggi, badannya kurus, dan ia memakai kacamata. Potongan rambutnya pendek dan biasa saja, seperti pria setengah baya pada umumnya (jelas gak kayak artis-artis K-POP lah yaa..). Dalam bayangan saya, dulunya sewaktu muda, ia cukup menarik.

Mr. Kim digambarkan adalah seorang pria yang gemar berbusana rapi, meskipun ia berada di rumah. Memang kenyataannya ia jarang ada di rumah karena terlalu sibuk mengurus bisnisnya. Ia memiliki bisnis percetakan yang cukup maju. Mr. Kim selalu memakai kemeja rapih berwarna polos setiap kali datang ke kantornya. Untuk sehari-hari, bila ia berada dirumah, ia akan menggunakan baju polo dan celana panjang. Jangan harap melihat ia memakai sekedar kaos singlet atau baju yang acak-acakan karena ia bukan tipe sembrono. 

Dari segi sifat, Mr. Kim sepertinya adalah pria dengan prinsip Talk Less Do More. Ia kurang suka mengobrol, apalagi untuk tujuan yang tidak jelas, jadi jangan harap bisa bergosip ngalor ngidul dengannya. Ia menyukai topik-topik yang menyangkut bisnis, musik klasik dan olahraga. Untuk kebiasaan sehari-hari, pria ini sangat gemar minum kopi, namun ia tidak merokok. Mr. Kim memiliki seorang istri yang tidak bekerja, serta dua orang anak laki-laki berusia remaja. Mr. Kim sendiri jarang mengobrol dengan istri dan anak-anaknya, bila sedang berkumpul, ia lebih sering membaca koran. 

Yah, begitulah tebak-tebak  buah manggis saya terhadap sosok Kim Tae Won, kira-kira bener gak yaaaa....hehehe....Liat saja nanti.

Selasa, 25 September 2012

Review Buku -- Kelas Memasak Lillian by Erica Bauermeister

Novel ini menarik! Jarang-jarang ada novel yang mengupas secara detail tentang kuliner, ya karena penulisnya harus benar-benar tahu acara membuat makanan tersebut, jadi gak asal bicara. Dan jarang-jarang loh penulis yang pinter masak. Saya juga gak tau sang penulis, Erica Bauermeister, seorang chef atau bukan, yang jelas ia begitu ahli menuturkan kisahnya. Ia seperti sangat mengenali makanan dan bahan-bahan yang ditulisnya

Novel ini sendiri bercerita tentang 8 orang tidak saling mengenal (kecuali sepasang suami istri Helen dan Carl) yang mengikuti kelas memasak Lillian yang diadakan setiap hari senin malam. Kedelapan orang tersebut adalah Helen, Carl, Claire, Isabelle, Chloe, Tom, Antonia dan Ian. Mereka berasal dari latar belakang dan memiliki kisah hidup serta masalah yang berbeda-beda pula. Si penulis begitu ahli meramu kisah hidup mereka yang kebanyakan getir dengan beragam cara pembuatan makanan, yang cukup menggugah selera. Ngebaca novel ini bikin kita jadi ngehargain makanan loh, gimana enggak, masalah aroma, tekstur saja dibahas dengan detil, bikin kita jadi menyadari bahwa mungkin saja makanan yang selama ini kita anggap sepele memiliki nilai historis tersendiri. Dan selama ini kita main makan saja kan, tanpa perlu merasa tahu bahan-bahan penyusun makanan tersebut? Bisa jadi untuk membuat makanan itu butuh waktu bertahun-tahun. Dan semakin banyak unsur penyusunnya, semakin kayalah citarasa makanan tersebut (dan juga semakin mahal). Si penulis memberi metafora bahwa makanan adalah surga dunia dengan caranya yang khas dan enak untuk dibaca (dan dibayangkan).

Oya, saya juga suka cara si penulis membuat metafora akan makanan yang tengah ia bahas, bahkan suatu hal yang sepele sekali pun seperti: 
"saat dicampurkan, warna salsa itu menjadi perpaduan antara merah, putih dan hijau, dingin dan segar dan hidup. Di atas sebuah tortilla, dengan sedikit remukan queso fresco berwarna putih, rasanya memuaskan dan menyegarkan, penuh tekstur dan petualangan seperti masa kecil yang selalu kau ingat"

atau "Ayamnya empuk dan lembut, brokolinya renyah dan jelas mentah, sementara jahe membumbui campuran itu seperti gerakan sebuah rok pendek yang menggoda"

 


See? Bukan enggak mungkin ya, membaca buku ini membuat perut kita jadi keroncongan, apa lagi untuk anda yang hobi makan. Hehe..

Jumat, 10 Desember 2010

Review Buku -- Taj Mahal by John Shors

Baru kelar baca novelnya John Shors yg judulnya Taj Mahal neh....Pas browsing2 nyari gambar, ternyata novel ini udah banyak yg baca n bahas juga di blog ataupun media. Ya iyalah, secara bulan Juli 2008 aja udah cetak ulang 8x...mungkin sekarang ini udah cetakan kesepuluh...Bisa jadi...di cover novelnya pun tertera logo "INTERNATIONAL BEST SELLER"

Hmmm....komentar saya ttg novel ini adalah: indah namun menyayat...Bener2 menyayat. Kalo kamu gak suka baca novel yg sedih2 n udah kebiasaan baca yg lucu2 macem chicklit atw yg lebih ringan lagi, Lupus, misalnya...kayanya mesti berjuang biar bisa ngebaca sampe lembar terakhir..Soalnya saya juga ngalamin kayak gt...Mo ditinggal kok tanggung ya..abis lama2 saya penasaran juga ama Jahanara, tokoh utama novel ini yg kisah idupnya pait bgt...Saya mo tau aja, apa sang penulis berbaik hati memberikan happy ending bwt Jahanara, atau malah dibunuh biar semakin tragis...ckckc...

Shah Jahan - Mumtaz Mahal
Novel ini (tebelnya 457 hal), seperti judulnya nyeritain ttg Taj mahal, bangunan maha indah di India sana. Taj Mahal yg bentuknya kayak mesjid ini ternyata sebuah makam. Jd konon penguasa Hindustan, Shah Jahan, mengalami kedukaan yg sangat hebat setelah kematian istrinya, Mumtaz Mahal sewaktu melahirkan bayi sungsang di tenda perang. Mumtaz Mahal yg bernama asli Arjumand itu dikisahkan amat cantik sampai2 bisa membuat pelangi meratap cemburu. Wuiiih....Selain cantik, ia jg amat cerdas dan adil. Ia banyak membantu suaminya dalam melaksanakan tugasnya sebagi pemimpin negeri. Pokoknya Arjumand dilukiskan sangat perfect dan mengagumkan, sehingga gak heran kematiannya yg tragis sgt mampu membuat sultan Shah Jahan  kehilangan separuh nyawanya. Separuh jiwaku pergilah, kalo kata Anang. Emang sedih banget sih pas bagian Mumtaz Mahal meninggal, saya aja ampe mo nangis..hehe...agak2 gak rela klo tokoh Arjumand dimatiin.

Bahasa yg digunakan John Shors pada awal2 novel ini terasa sangat berkilauan permata....Shors memang seorang pencerita yg andal...Padahal dia bukan orang India.  Menurut info, dia itu seorang pengembara yg lama tinggal di Jepang, berkelana ke sepuluh negara dan mendaki Himalaya. Di awal2 baca, emang bener2 berasa deh aura kemegahan Benteng Merah yg ditinggali keluarga kerajaan ini. Tapi..di tengah2 buku, begitu konflik sudah memanas, dimana Jahanara harus melawan saudara kandungnya yg maha bengis Aurangzeb, waduh saya agak2 males...Abis, si Aurangzeb ini digambarin sadisnya gak tanggung2. Dari cerita ini aja, mgkn dia udah ngebunuh lebih dari sepuluh ribu nyawa. Dan semua itu dia lakukan hanya utk ngerebut singgasana ayahnya sendiri. Parah deh...Saking kejamnya dia, saya sampe agak2 mikir, ni lebay apa enggak sih ceritanya. Abis, laki2 kok sampe hati menganiaya kakak perempuannya sendiri dgn segitu hebatnya. Ckckc....
Taj Mahal

Shors jg nyeritain ttg percintaan terlarang Isa dan Jahanara. Isa adalah arsitek yg ngerancang Taj Mahal. Jahanara, si putri sultan sendiri sudah dinikahkan dgn Khondamir yg dilukiskan spt babi gemuk -- karena alasan politik. Tapi kisah cinta mereka yg agung terus berjalan. Agak2 heran jg sih, kenapa juga mereka gak nikah...Padahal mereka diceritakan  sbg penganut Islam yg taat. Shors ahli bgt nyeritain detil2 keindahan pada Taj mahal, seolah2 dia sendiri yg ngebangun. Saya aja sampe punya keinginan suatu saat pgn liat taj mahal dr dekat, secara langsung di India sana...dan gara2 tulisan Shors, saya jd bisa ngerti dan nerima knp Taj Mahal dikategorikan sebagai tujuh keajaiban dunia.

Intinya sih....ini buku yg bagus.......meski katanya ini kisah fiktif, tp latar belakangnya nyata. Jadi kisah di novel ini diilhami dari sejarah Taj Mahal itu sendiri. Secara udah international best seller dan katanya mo difilm-in juga, kenapa kamu gak nyoba baca?

Jumat, 03 Desember 2010

Review Buku -- The Guy Next Door by Meg Cabot

Hai nekkk...jumpa lagi jumpa Maysie kembali,,(OMiGod,,,please stop that) Ya ya ya jumpa lg ama justmaylee. Kali ini saya mo ngereview buku2 yg udah saya baca. Tepatnya mungkin baru2 ini...

Semua orang tau klo saya doyan baca (ga smua org juga kaleee:),,yah tp intinya, saya suka bgt baca. Mulai dari al quran, khasiat asmaul husna, koran, atlas, ampe kamus oxford, kadang saya baca klo lg iseng (atw lg makan, suer, saya suka ngerasa kurang klo makan gak smbil baca)....makanya ga heran klo otak saya cukup encer,,,HALAH.....maap yah klo akyu narsis :)...

Kali ini saya mo ngereview novelnya Meg Cabot yg judulnya The Guy Next Door, atw klo diterjemahin jadi Pria Impian di Sebelah Rumah (bagusan judul Inggrisnya ya, bo). Buku ini diterbitkan Gramedia dan diterjemahin oleh mbak Indah S. Pratidina. Jumlah halamannya 558 (ga banyak2 amatlah....). Desain covernya dikerjakan oleh Marina. Mbak yg satu ini emg gambarnya hebat bgt ya, ngiri akyu sama pekerjaannya....hehe....Keren bener, dan mengasyikan sekali kayaknya....Boleh tuh ajak2 saya mbak Marina.....*ngarep

Anyway, balik lagi ke novel atw chicklit aja kali ya saya nyebutnya. Bwt yg blom tau chicklit itu apa, mari saya jelaskan. Chicklit itu bukan makanan yg agak2 pait tapi enak itu bo, melainkan suatu istilah utk nyebut bacaan cewek yg ditujuin bwt wanita muda yg cerdas, mandiri, berani, dan jujur pada diri sendiri (hey,,,that's me!! ya....kayaknya sih gtu haha). yg saya suka dari chicklit itu adalah penggunaan bahasa yg semi-gaul macem "Hey, semalam itu dia keren banget!" trus ada selipan bahasa inggris yg bisa qt tiru bwt.....bwt apa ya? gaya2an? haha....asik aja sih bacanya. menambah vocabulary qt...trus banyak joke2 yg cukup bisa menghibur hati yg lg lara...meski kadang garing. tapi lumayan....apalagi pemeran utamanya slalu cewek yg awalnya ngerasa jd loser, trus pd akhirnya bisa jd winner. plus embel2 ketemu cowok ganteng (dan tajir pastinya)...ya kalo ga gitu ga seru dong...hehe. pokonya lumayan bisa menginspire deh. at least kita jg mau dong jd cewek yg bisa bangkit dr kegagalan (plus menemukan prince charming nan tajir) 

jd inti dr cerita chicklit mbak Meg Cabot yg jg beken dgn teenlitnya yg berjudul The Princess Diaries ini adalah seorg cewek bernama Melissa Fuller yg bkerja sbg penulis artikel gosip di koran New York Journal. Melissa ini berasal dr kota kecil Lansing di Illinois, doi sahabatan ama food criticnya Journal, namanya Nadine Wilcock. Nah...yg unik dr chicklit ini adalah seluruh kisahnya diceritakan dlm bentuk email. Jd ga ada deh tu yg namanya dialog. Smua dalam bntuk tulisan. Makanya jgn heran klo selalu ada kata2, "aku tak bisa menelponmu, mngapa kau tak dapat dihubungi?" tapi justru itulah kekuatan chicklit ini. Saya juga bacanya gak ngerasa bosen...Ya meski kadang2 ngerasa BT aja klo ada hal2 ga penting tapi dibahas...tp secara keseluruhan, buku ini cukup menghibur.

Mana resensinya sehhh???? Oia lupa......Gini,,,Mel Fuller menemukan tetangga sebelah apartemennya, Mrs Friedlander yg sudah tua dalam keadaan tertelungkup tak bergerak, sptinya sang nenek telah diserang oleh org jahat (ya iyalah, klo org baik kayanya ga mungkin mukul wanita, apalgi nenek2). kebetulan si nenek ini pny 3 ekor peliharaan, yaitu Paco, seekor anjing great dane yg konon besar sekali, dan dua ekor kucing yg pnya masalah sendiri2 (yg satu kena diabetes, yg satu lg hobinya ngumpet di kolong tempat tidur). Mel yg berhati lembut tak bisa membiarkan binatang2 malang itu telantar, meski teman2nya di NY Journal menganggap dia gila karena lebih memilih memperhatikan hewan2 yg bahkan bukan miliknya, drpada pekerjaannya. So, teman2nya pun nganjurin dia utk mencari famili Mrs Friedlander, ketemulah Max Friedlander sang fotografer spesialis supermodel yg merupakan keponakan sang nenek. Singkatnya, Mel kemudian jatuh cintrong ama Max ini...Tp alangkah terkejutnya Mel wktu tau Max yg dia cintai ini ternyata bukan the real Max Friedlander (kayak sinetron aja neh Anakku Bukanlah Anakku, halah)....jd siapakah pria ini? kenapa dia menyamar jd Max Friedlander? Trus gmn jdinya nasib Mel Fuller? Siapakah yg akan jd kekasihnya? Trus siapa yg ternyata tega memukul Mrs Friedlander? Ya baca aja atuh.....

Saya gak bakal nulis terus secara 558 halaman bok...setrikaan dah numpuk tuh di keranjang!!! Tapi intinya, chicklit ini cukup menghibur, tp ga bagus2 amat sih...Humornya kurang lucu, dan emang sangat klise. Saya cenderung lebih suka Chicklit Boy Meets Girl-yg juga karangan Cabot- yg mengisahkan kehidupan Kate Mackenzie, rekan kerja Mel Fuller di NY Journal juga. Nanti deh saya kasih reviewnya lagi...

Segini dulu.....